Banjir Jakarta: 109 RT Terendam, Hujan Ekstrem Ancam Warga

Banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 7 Juli 2025, menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang akan berlangsung sepanjang hari di Jakarta. Kondisi ini diperparah oleh meluapnya beberapa sungai, mengakibatkan genangan air di berbagai wilayah. Situasi ini membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari seluruh pihak.
Hujan deras yang melanda sejak dini hari telah menyebabkan banjir di sejumlah titik di Jakarta. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap aktivitas warga.
Banjir Jakarta: 109 RT Terendam dan Tiga Ruas Jalan Tertutup
BPBD DKI Jakarta melaporkan hingga pukul 06.00 WIB, sebanyak 109 Rukun Tetangga (RT) dan tiga ruas jalan terendam banjir. Banjir tersebar di Jakarta Barat, Timur, Pusat, dan Selatan. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa tingginya curah hujan menjadi penyebab utama.
Kondisi ini memaksa peningkatan status kewaspadaan di sejumlah pos pantau pintu air, termasuk Bendung Katulampa dan Pos Depok, sejak Sabtu lalu. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Petugas BPBD telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Peringatan Dini BMKG dan Potensi Banjir Rob
Prakirawan BMKG, Rira Damanik, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar.
Selain banjir akibat hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir. Wilayah yang perlu mewaspadai banjir rob meliputi pesisir Sumatera Barat, utara Tangerang, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana menjadi perhatian utama.
Rincian Wilayah Terdampak Banjir di Jakarta
Banjir di Jakarta tidak merata. Berikut rincian jumlah RT yang terendam di setiap wilayah administrasi:
Jakarta Pusat
Sebanyak 17 RT di Kelurahan Karet Tengsin terendam banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 40 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut. Warga diimbau untuk tetap berhati-hati dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai.
Jakarta Barat
Di Jakarta Barat, 15 RT terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mencapai 40 cm di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan hingga 70 cm di Kelurahan Rawa Buaya. Genangan air juga mengakibatkan terganggunya akses jalan di beberapa titik.
Jakarta Selatan
Terdapat 30 RT di Jakarta Selatan yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 150 cm. Kelurahan Tanjung Barat, Pela Mampang, dan Pengadegan menjadi wilayah yang paling terdampak. Evakuasi warga di beberapa titik terpaksa dilakukan.
Jakarta Timur
Banjir terparah terjadi di Jakarta Timur, dengan 47 RT terdampak. Ketinggian air mencapai 180 hingga 210 cm di Kelurahan Bidara Cina. Kondisi ini memerlukan penanganan dan evakuasi yang lebih intensif.
Selain permukiman, tiga ruas jalan juga terdampak banjir, salah satunya Jalan Adi Karya di Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, yang terendam air setinggi 15 cm. Kondisi lalu lintas di beberapa ruas jalan terganggu, dan warga dihimbau menggunakan jalur alternatif.
Kondisi banjir di Jakarta masih terus dipantau oleh BPBD DKI Jakarta dan instansi terkait. Upaya penanganan dan evakuasi terus dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana alam seperti ini. Semoga situasi segera membaik dan warga terdampak dapat kembali beraktivitas normal.