Israel Tinggalkan Iran, Serangan Gaza Memanas Kembali

Konflik antara Israel dan Iran yang berakhir dengan gencatan senjata setelah 12 hari pertempuran udara, telah mengalihkan fokus militer Israel kembali ke Jalur Gaza. Setelah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, Israel kini berkomitmen untuk memulangkan sandera dan membubarkan pemerintahan Hamas.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, yang menekankan bahwa kampanye terhadap Iran memasuki fase baru, namun prioritas utama saat ini adalah Jalur Gaza.
Israel Fokus Membebaskan Sandera dan Membubarkan Hamas di Gaza
Gencatan senjata antara Israel dan Iran yang berlaku sejak 24 Juni 2025, menandai berakhirnya pertempuran udara yang menegangkan. Pengumuman gencatan senjata ini sendiri sempat menimbulkan kebingungan terkait waktu dimulainya penghentian pertempuran.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa operasi militer di Iran telah berhasil menghambat program nuklir negara tersebut selama beberapa tahun. Hal serupa juga berlaku untuk program rudal Iran.
Namun, fokus utama militer Israel kini beralih sepenuhnya pada Jalur Gaza. Operasi militer akan difokuskan pada dua tujuan utama: membebaskan sandera yang masih ditahan Hamas dan membubarkan pemerintahan Hamas.
Konflik Israel-Hamas: Korban Jiwa dan Krisis Kemanusiaan
Konflik antara Israel dan Hamas yang dimulai sejak Oktober 2023, telah mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 56.077 warga Palestina tewas, sebagian besar merupakan warga sipil.
Serangan balasan Israel terhadap Jalur Gaza bertujuan untuk memulangkan sekitar 49 sandera yang masih ditahan Hamas. Militer Israel bahkan memperkirakan 27 sandera di antara mereka telah meninggal.
Blokade yang diberlakukan Israel terhadap Jalur Gaza sejak Maret 2025, yang baru sedikit dilonggarkan pada akhir Mei, telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. Lebih dari dua juta penduduk Gaza menghadapi ancaman kelaparan.
Tuduhan Kejahatan Perang dan Genosida Menimpa Israel
Perang berkepanjangan di Jalur Gaza telah menyebabkan Israel menghadapi tuduhan serius di ranah internasional. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant.
Tuduhan tersebut terkait dengan dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi kasus genosida di ICC atas perang yang dilancarkannya di wilayah tersebut.
Situasi di Jalur Gaza tetap tegang dan penuh ketidakpastian. Meskipun gencatan senjata telah tercapai dengan Iran, fokus Israel yang beralih ke Gaza menandakan babak baru dalam konflik yang telah menimbulkan penderitaan besar bagi penduduk sipil Palestina.
Ke depan, upaya internasional untuk menyelesaikan konflik ini dan mencegah lebih banyak korban jiwa serta penderitaan sangatlah penting. Mencari solusi damai dan memastikan keadilan bagi para korban menjadi prioritas utama.