Banjir Jakarta Lumpuh: 109 RT Terendam, Jalan Macet Parah

Banjir kembali melanda beberapa wilayah Jakarta pada Senin pagi, 7 Juli 2025. Kondisi ini menjadi salah satu berita terpopuler hari ini, bersamaan dengan perkembangan penanganan dampak longsor di Puncak dan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KTT BRICS 2025 di Brasil.
Berdasarkan data yang dihimpun, dampak banjir cukup signifikan. Berbagai upaya evakuasi dan penanggulangan bencana terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Jakarta Dikepung Banjir: Ratusan RT dan Ruas Jalan Terendam
Hingga pukul 06.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 109 RT terdampak banjir.
Rinciannya meliputi 17 RT di Jakarta Pusat, 15 RT di Jakarta Barat, 30 RT di Jakarta Selatan, dan 47 RT di Jakarta Timur.
Selain RT, tiga ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur juga tergenang. Kondisi ini memaksa sejumlah warga untuk mengungsi.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi jumlah RT yang terdampak banjir.
Pihaknya terus memantau dan melakukan upaya penanganan banjir secara maksimal.
Desakan Pencabutan Izin Usaha di Puncak Pasca Bencana
Bencana tanah longsor dan banjir di Puncak pada Sabtu, 5 Juli 2025, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mencabut izin usaha di kawasan tersebut.
Hanif menyampaikan bahwa dari total 33 kerja sama operasional (KSO) dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, baru 3 izin usaha yang telah dicabut.
Enam izin lainnya masih dalam proses evaluasi.
Kementerian LH sebelumnya telah menjatuhkan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah kepada 13 pelaku usaha.
Presiden Prabowo di KTT BRICS 2025: Penguatan Posisi Indonesia di Kancah Global
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.
Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.
Keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo sejak tahun pertama masa jabatannya.
Indonesia resmi menjadi anggota ke-11 BRICS pada Januari 2025.
Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, menyampaikan optimisme Presiden Prabowo terhadap dampak positif keanggotaan Indonesia dalam BRICS.
Ketiga berita ini menyoroti tantangan dalam berbagai bidang, mulai dari penanggulangan bencana alam hingga upaya penguatan posisi Indonesia di tingkat global. Peristiwa banjir di Jakarta menunjukkan pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana yang komprehensif. Sementara, kasus Puncak menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap izin usaha agar terhindar dari kerusakan lingkungan. Kehadiran Indonesia di BRICS menandai langkah strategis dalam diplomasi dan ekonomi internasional.