Site icon Metro Kompas

WhatsApp: Senjata Rahasia Konflik Iran-Israel Terbaru?

WhatsApp: Senjata Rahasia Konflik Iran-Israel Terbaru?

Sumber: Liputan6.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Pengumuman ini menyusul serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Namun, konflik antara kedua negara tersebut ternyata tidak hanya terbatas pada pertempuran fisik. Perang di ranah digital juga menjadi bagian penting dari konflik ini.

Konflik Iran dan Israel meluas ke dunia maya, dengan serangan siber yang saling menyerang. Dampaknya pun signifikan, mengancam infrastruktur kritis dan menimbulkan kekhawatiran global. Salah satu contoh nyata adalah imbauan pemerintah Iran kepada masyarakatnya untuk menghapus WhatsApp.

Iran Imbau Penghapusan WhatsApp

Pemerintah Iran, melalui siaran televisi nasional, mengimbau warganya untuk menghapus aplikasi WhatsApp dari smartphone mereka. Kekhawatiran akan data pengguna yang dikumpulkan dan dibagikan ke Israel menjadi alasan utama seruan tersebut. Imbauan ini bukan hanya untuk WhatsApp, tetapi juga aplikasi berbasis lokasi lainnya.

WhatsApp membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa aplikasi mereka menggunakan enkripsi end-to-end. Dengan demikian, pesan yang dikirimkan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima, tidak termasuk WhatsApp sendiri atau pihak ketiga lainnya.

Perang Siber Iran-Israel: Aksi Timbal Balik

Konflik Iran dan Israel juga melibatkan perang siber yang intens. Ahli keamanan siber Christin Flynn Goodwin mencatat aktivitas peretasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan militer kedua negara. Dia menyebutkan kemampuan siber Unit 8200 Israel dan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) serta Institut Mabna-nya yang terkenal.

Serangan siber yang dilakukan oleh kedua belah pihak berpotensi menimbulkan konsekuensi yang fatal. Sejak serangan rudal Israel ke Teheran, serangan dunia maya pun meningkat secara signifikan. Ini menambah kompleksitas dan bahaya dari konflik yang sedang berlangsung.

Eskalasi Serangan Siber dan Dampaknya

Firma keamanan siber Ragnar Cybersecurity mencatat peningkatan serangan siber dari Iran ke Israel hingga 700 persen. Selain itu, hacker Iran juga dilaporkan mengirim pesan teks ancaman terorisme kepada ribuan warga Israel.

Dua perusahaan siber ternama bahkan mendesak perusahaan-perusahaan Amerika untuk meningkatkan pertahanan siber mereka. Hal ini didorong oleh catatan sejarah hacker yang disponsori negara Iran yang secara besar-besaran menarget infrastruktur AS dalam konflik sebelumnya. Potensi serangan terhadap infrastruktur penting seperti jaringan listrik, air, atau sistem pemanas menjadi kekhawatiran utama.

Serangan terhadap Bank Sepah

Kelompok hacker yang diduga terkait dengan Israel mengklaim bertanggung jawab atas gangguan operasional Bank Sepah di Iran. Serangan ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat Iran untuk mengakses akun perbankan mereka.

Akibatnya, banyak warga Iran kesulitan menarik uang tunai dan menggunakan kartu debit mereka. Bank Sepah sendiri pernah disanksi oleh Departemen Keuangan AS pada tahun 2018 karena dianggap mendukung Iran.

Kesimpulannya, konflik antara Iran dan Israel tidak hanya terjadi di medan perang fisik, tetapi juga di ranah digital. Perang siber yang intens ini menimbulkan ancaman serius terhadap infrastruktur kritis dan keamanan informasi kedua negara, bahkan berpotensi berdampak global. Penting bagi semua pihak untuk menyadari dimensi konflik yang kompleks ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif. Meningkatnya serangan siber menunjukkan perlunya strategi keamanan siber yang lebih canggih dan responsif untuk melindungi infrastruktur penting dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Exit mobile version