Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, baru-baru ini menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi perawatan atau *care economy*. Ia menekankan bahwa ini bukan sekadar isu sosial, melainkan kunci untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan penuaan penduduk. Pentingnya peran *care economy* ini menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan masa depan ekonomi yang lebih adil dan sejahtera.
Pembangunan *care economy* merupakan strategi penting untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi yang kompleks. Hal ini menuntut perubahan paradigma dan pendekatan yang komprehensif dari berbagai pihak.
Pentingnya Pengakuan Pekerja Perawatan
Veronica Tan menekankan perlunya pengakuan dan penghargaan yang lebih besar terhadap pekerjaan perawatan, khususnya di sektor domestik dan informal. Profesi seperti pengasuh anak, pendamping lansia, dan pekerja rumah tangga (PRT) selama ini seringkali terabaikan.
Di banyak negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan, pekerjaan *caregiver* telah menjadi profesi yang terhormat dan terlindungi. Namun, di Indonesia, pekerja perawatan seringkali tidak memiliki perlindungan hukum, akses sosial, dan kesempatan pelatihan yang memadai.
Tantangan dan Hambatan
Minimnya pengakuan ini menyebabkan rendahnya kesejahteraan pekerja perawatan. Kondisi ini juga menyebabkan kurangnya tenaga kerja terampil di sektor ini, yang semakin mempersulit upaya untuk mengatasi permasalahan penuaan penduduk.
Kurangnya regulasi yang kuat dan standar sertifikasi turut memperparah masalah ini. Pemerintah perlu mengambil peran aktif untuk mengatasi tantangan tersebut.
Kebijakan Pemerintah untuk Mendukung *Care Economy*
Pemerintah perlu merancang kebijakan yang komprehensif untuk mendukung pembangunan *care economy*. Hal ini meliputi penyusunan regulasi yang jelas, pengembangan sistem sertifikasi yang terstandar, dan program pelatihan yang berkelanjutan.
Kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait juga sangat penting. Kerjasama ini bertujuan untuk mengintegrasikan program-program yang sudah ada dan menciptakan program baru yang lebih efektif.
Langkah Konkret yang Diperlukan
Penting untuk menetapkan target yang jelas dan terukur. Bukan hanya sebatas pelatihan, tetapi juga peningkatan keterampilan secara berjenjang, pengakuan profesi, jaminan pekerjaan, dan akses terhadap jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah perlu mendorong terciptanya lapangan pekerjaan formal di sektor perawatan. Hal ini akan memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan bagi para pekerja.
Sinergi dan Kolaborasi Multipihak
Suksesnya pembangunan *care economy* bergantung pada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Semua pihak perlu memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan.
Peran swasta sangat penting dalam menyediakan pelatihan, lapangan kerja, dan investasi di sektor ini. Masyarakat sipil dapat berperan sebagai pengawas dan advokat untuk memastikan hak-hak pekerja perawatan terlindungi.
Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan pembangunan *care economy* di Indonesia dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Perubahan mindset dan dukungan bersama menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut. Hanya dengan pendekatan komprehensif dan kolaboratif yang kuat, Indonesia dapat mewujudkan masa depan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang memberikan penghormatan dan penghargaan yang layak bagi para pekerja perawatan.