Site icon Metro Kompas

Wakapolri Baru: Tandem Strategis Kapolri, DPR Berbicara

Wakapolri Baru: Tandem Strategis Kapolri, DPR Berbicara

Sumber: Kompas.com

Posisi Wakapolri kini tengah kosong setelah Komjen Ahmad Dofiri pensiun pada 30 Juni 2025. Penggantinya diharapkan mampu menjadi mitra strategis bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan menjalankan visi Presiden Prabowo Subianto untuk kesejahteraan rakyat. Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo, menekankan pentingnya hal ini.

Kriteria Wakapolri Ideal: Tandem Strategis Kapolri dan Juru Bicara Program Presiden

Rudianto Lallo, anggota Komisi III DPR, menyatakan Wakapolri baru harus menjadi tandem strategis bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menginginkan sosok yang dapat membawa Polri ke level yang lebih baik.

Wakapolri juga harus mampu menerjemahkan dan menjalankan program Presiden Prabowo Subianto untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini termasuk program ketahanan pangan, peningkatan produksi jagung, dan lain sebagainya.

Rudianto menambahkan, pemilihan Wakapolri sepenuhnya merupakan kewenangan Kapolri. Proses ini, menurutnya, telah dikonsultasikan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Pencarian Wakapolri Baru: Proses Seleksi dan Harapan Publik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengantongi beberapa nama calon Wakapolri. Hal ini diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho.

Meskipun nama-nama calon tersebut telah diketahui, pengumuman resmi masih ditunda. Hal ini dikarenakan kesibukan dalam persiapan peringatan HUT ke-79 Bhayangkara.

Publik diminta untuk tidak mempersoalkan angkatan dari calon Wakapolri. Kapolri diyakini akan memilih kandidat terbaik yang sejalan dengan visi dan misinya.

Misi dan Tantangan Wakapolri Baru di Era Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Wakapolri baru akan menghadapi sejumlah tantangan. Ia harus mampu mendukung program-program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain itu, ia juga harus mampu menerjemahkan dan melaksanakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini memerlukan kemampuan kepemimpinan dan strategi yang mumpuni.

Wakapolri juga diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat antara Polri dan pemerintah. Kerjasama yang efektif akan sangat penting untuk mencapai tujuan bersama.

Komjen Ahmad Dofiri resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Wakapolri pada 30 Juni 2025. Ia memasuki masa pensiun setelah berusia 58 tahun pada 4 Juni 2025.

Upacara penyerahan tugas dan tanggung jawab telah dilakukan. Posisi Wakapolri kini kosong dan sedang dalam proses pengisian.

Proses pemilihan Wakapolri baru diharapkan dapat menghasilkan sosok yang kompeten dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sosok tersebut harus mampu menjadi jembatan antara Polri dan pemerintah serta rakyat Indonesia. Harapannya, pengisian posisi Wakapolri ini dapat memperkuat kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung program pemerintah.

Exit mobile version