Mendidik anak tentang pengelolaan keuangan merupakan investasi jangka panjang yang penting. Kemampuan mengelola uang sejak dini akan membentuk kebiasaan positif dan membantu mereka meraih kemandirian finansial di masa depan. Namun, banyak orangtua masih ragu kapan waktu yang tepat untuk memulai.
Waktu ideal untuk mengajarkan anak tentang keuangan ternyata relatif, tergantung perkembangan anak dan gaya pengasuhan orangtua. Meskipun anak mungkin mulai mengenal uang sejak usia 7-8 tahun, pendekatan yang lebih konkret mungkin lebih efektif pada usia yang lebih matang.
Kapan Waktu Terbaik Memulai Pendidikan Keuangan Anak?
Perencana keuangan profesional, Rista Zwestika Reni CFP®, WMI, WPS, menyarankan usia 7-8 tahun sebagai titik awal pengenalan uang. Anak-anak di usia tersebut sudah mulai memahami konsep nilai tukar.
Namun, pengalaman Rista menunjukkan bahwa usia 10 tahun merupakan waktu yang lebih efektif untuk pembelajaran yang lebih mendalam. Pada usia ini, kemampuan berpikir logis dan sistematis anak sudah lebih berkembang.
Anak usia 10 tahun umumnya sudah menerima pelajaran tentang uang di sekolah. Hal ini memungkinkan pembelajaran di rumah dan sekolah saling melengkapi dan memperkuat pemahaman anak. Proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berkesinambungan.
Metode Efektif Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan
Memberikan uang saku tanpa arahan bukanlah pendekatan yang tepat. Orangtua perlu berperan aktif dalam membimbing anak untuk memahami nilai uang dan menghubungkannya dengan kebutuhan sehari-hari.
Rista menyarankan agar anak diajak untuk meneliti harga makanan atau minuman di kantin sekolah. Hal ini melatih mereka untuk membandingkan harga dan membuat keputusan keuangan sederhana.
Anak juga perlu diajarkan untuk merencanakan pengeluaran. Mengajak mereka untuk membuat daftar kebutuhan sebelum berbelanja dapat membantu mereka mengelola uang saku secara efektif.
Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini
Menabung merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan. Orangtua dapat mendorong anak untuk menabung sisa uang saku, terutama jika mereka membawa bekal dari rumah.
Menabung tidak harus dilakukan dengan jumlah besar. Jumlah kecil yang ditabung secara konsisten akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang dan membentuk kebiasaan menabung sejak dini.
Orangtua bisa mengajak anak untuk membuka rekening tabungan khusus anak. Hal ini membantu anak secara visual melihat perkembangan tabungan mereka dan merasakan manfaat menabung.
Membuka rekening tabungan juga mengajarkan anak tentang sistem perbankan dan pengelolaan rekening secara sederhana. Ini merupakan langkah awal yang baik untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Mengajarkan anak tentang keuangan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Namun, usaha ini akan membuahkan hasil yang berharga berupa kemandirian finansial dan kebiasaan hidup hemat di masa depan. Penting untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan usia dan karakteristik anak agar proses pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, pendidikan keuangan sejak dini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan anak.