Site icon Metro Kompas

Trump: Israel Menang Telak Lawan Iran? UE Kalah Strategi?

Trump: Israel Menang Telak Lawan Iran? UE Kalah Strategi?

Sumber: Suara.com

Presiden Trump Ragu Campur Tangan Konflik Israel-Iran

Ultimatum Dua Minggu Trump untuk Iran

Presiden AS Donald Trump, pada Jumat (20/6/2025), menyatakan keraguannya untuk campur tangan menghentikan serangan Israel terhadap Iran. Konflik kedua negara semakin memanas.

Trump memberikan ultimatum kepada Teheran. Iran memiliki waktu maksimum dua minggu untuk menyelesaikan negosiasi sebelum AS mempertimbangkan tindakan lebih lanjut.

Israel “Menang”, AS Tak Akan Intervensi?

Pernyataan Trump ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan kesediaan Iran berdiplomasi jika agresi dihentikan dan agresor dimintai pertanggungjawaban.

Trump menilai Israel saat ini tengah “menang” dalam konflik tersebut. Ia menganggap sulit untuk meminta Israel menghentikan serangannya.

Trump menambahkan bahwa AS siap dan mampu bertindak. Namun, ia menunggu perkembangan situasi selama dua minggu sebelum mengambil keputusan.

Perundingan Eropa Dinilai Tak Berguna

Trump menyatakan bahwa batas waktu dua minggu merupakan waktu maksimal untuk mengamati sikap Iran. Ia ingin melihat apakah Iran akan menyadari keseriusan situasi.

Ia juga meremehkan pembicaraan antara Araqchi dan menteri luar negeri dari tiga negara Eropa. Trump berpendapat Eropa tidak akan mampu membantu menyelesaikan konflik ini.

Trump menegaskan bahwa Iran ingin berbicara langsung dengan AS, bukan dengan Eropa. Ia percaya Iran akan segera memiliki senjata nuklir jika situasi tidak segera teratasi.

Iran sendiri berkali-kali membantah niat untuk mengembangkan senjata nuklir. Mereka menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.

Konflik Iran-Israel dimulai sejak serangan Israel pada 13 Juni 2025. Serangan balasan Iran pun terjadi, mengakibatkan korban jiwa di kedua negara.

Jumlah korban jiwa yang dilaporkan cukup tinggi. Laporan menyebutkan puluhan hingga ratusan korban tewas dan luka-luka di kedua belah pihak.

Perang antara Iran dan Israel telah menciptakan ketidakpastian di Timur Tengah. AS terus memantau perkembangan dan mendesak Iran untuk bernegosiasi.

Keengganan Trump untuk intervensi langsung menunjukkan pendekatan yang lebih menunggu dan melihat. Namun, ancaman penggunaan kekuatan militer AS tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi jalannya konflik. Situasi ini menunjukkan kompleksitas dan potensi bahaya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Exit mobile version