Site icon Metro Kompas

Transjabodetabek Maju: Warga Nikmati Kemudahan Transportasi Canggih

Transjabodetabek Maju: Warga Nikmati Kemudahan Transportasi Canggih

Sumber: Liputan6.com

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Salah satu upayanya adalah melalui Program Jakarta Urban Transportation Policy Integration Phase 3 (JUTPI-3), yang fokus pada pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD). Program ini telah berjalan sejak awal 2022 dan dinilai krusial untuk mencapai target tersebut.

Integrasi transportasi publik menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global. Hal ini ditegaskan oleh Bappeda DKI Jakarta dalam Karakteristik Kota Global Bappeda DKI 2023, yang mencantumkan konektivitas intra dan interkota melalui transportasi publik terintegrasi sebagai salah satu indikator penting.

Pentingnya Transportasi Publik Terintegrasi untuk Jakarta

Pembangunan sistem transportasi publik terintegrasi di Jakarta terus digencarkan. Sistem ini mencakup LRT, MRT, Transjakarta, KRL, dan Jaklingko. Integrasi ini bertujuan untuk memudahkan mobilitas warga dan mendukung penyelenggaraan acara berskala internasional.

Kepala Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bappeda DKI Jakarta, Deftrianov, menjelaskan pentingnya transportasi publik terintegrasi dalam mendukung penyelenggaraan konferensi global. Bukan hanya venue yang memadai, tetapi juga konektivitas yang lancar dari bandara ke venue dan antar lokasi di Jakarta.

Perkembangan Rute Baru Transjabodetabek

Pemprov DKI Jakarta telah meluncurkan sejumlah rute baru Transjabodetabek untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Jabodetabek. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta dalam menyediakan akses transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau.

Salah satu rute baru yang diluncurkan adalah S61 Alam Sutera-Blok M pada 24 April 2025. Rute ini memiliki panjang 59,7 km dan 26 halte, dilayani oleh 24 bus dengan frekuensi perjalanan sekitar 20 menit sekali.

Rute B41 (Cawang-Vida Bekasi) diresmikan pada 15 Mei 2025, meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Bekasi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengapresiasi upaya ini sebagai langkah penting dalam integrasi transportasi di kawasan Jabodetabek.

Rute T31 Blok M-Pantai Indah Kapuk diluncurkan pada 22 Mei 2025, menghubungkan Jakarta dan Banten. Rute sepanjang 72,8 km ini memiliki 24 halte dan terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti MRT.

Pada bulan Juni 2025, dua rute baru kembali diluncurkan: Transjabodetabek Lebak Bulus-Sawangan (4 Juni 2025) dan P11 Blok M-Kota Bogor. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah lain dalam mengembangkan rute-rute Transjabodetabek baru.

Respons Positif Warga terhadap Pengembangan Transportasi

Pengembangan transportasi Jabodetabek dengan rute-rute baru mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasakan kemudahan dalam mobilitas sehari-hari.

Isyana Balqis (19), warga Jakarta Utara, memberikan apresiasi terhadap kemudahan akses transportasi terintegrasi di Jakarta. Namun, ia menyarankan agar pengembangan transportasi bisa lebih merata, termasuk di wilayah Jakarta Utara.

Rahma (29), warga Jakarta Timur, juga merasakan manfaat signifikan dari TOD, terutama dalam penghematan waktu dan kemudahan transit. Ia optimistis terhadap misi Gubernur Pramono dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global.

Kesimpulannya, upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan sistem transportasi publik terintegrasi melalui JUTPI-3 dan perluasan rute Transjabodetabek menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Respon positif warga terhadap kemudahan akses dan efisiensi mobilitas menandakan keberhasilan langkah ini. Namun, perlu terus diupayakan agar pengembangan tersebut merata dan mencakup seluruh wilayah Jakarta untuk mencapai pemerataan akses transportasi yang optimal. Keberhasilan ini akan turut berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup warga Jakarta dan memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional.

Exit mobile version