Site icon Metro Kompas

Tim Prabowo Diduga Gagal Terjemahkan Arahan Presiden Soal ODOL

Tim Prabowo Diduga Gagal Terjemahkan Arahan Presiden Soal ODOL

Sumber: Kompas.com

Pemerintah Indonesia tengah gencar mengimplementasikan kebijakan _zero Over Dimension Over Load_ (ODOL). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan mengurangi kerusakan infrastruktur jalan. Namun, implementasinya menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi).

Kritik tersebut menyoroti kurang optimalnya penerjemahan kebijakan _zero ODOL_ oleh para menteri Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto. Meskipun tujuan kebijakan tersebut baik, realisasinya di lapangan dinilai jauh dari harapan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekonomi bagi para sopir truk dan masyarakat luas.

Penerjemahan Kebijakan Zero ODOL yang Kurang Optimal

Presiden DPP Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan _zero ODOL_. Namun, ia menilai implementasinya belum berjalan dengan baik karena kurangnya perencanaan yang matang dan terintegrasi.

Irham mencontohkan keterbatasan infrastruktur pendukung, seperti jalur kereta api (rail) yang belum memadai untuk mengangkut barang logistik. Hal ini menyebabkan ketergantungan pada jalur darat yang kemudian berdampak pada penambahan jumlah armada truk di jalan raya.

Sistem perkeretaapian yang masih terbatas di Pulau Jawa dan Sumatera, khususnya di jalur utara dan selatan, menjadi kendala utama. Pengembangan jalur kereta api di Kalimantan pun masih dalam tahap pembangunan.

Dampak Ekonomi dan Solusi Transisi yang Berkeadilan

Pengurangan volume beban truk akibat kebijakan _zero ODOL_, tanpa diimbangi dengan peningkatan kapasitas angkutan alternatif, justru meningkatkan jumlah armada truk di jalan. Ini berpotensi memicu kemacetan dan meningkatkan biaya logistik.

Konsekuensinya, harga barang dan jasa pengiriman berpotensi naik. Hal ini akan berdampak negatif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para sopir truk yang hidupnya bergantung pada sektor transportasi.

Irham mendesak pemerintah untuk menerapkan pendekatan transisi yang berkeadilan. Perencanaan yang matang dan terintegrasi, termasuk pengembangan infrastruktur pendukung, sangat diperlukan agar kebijakan _zero ODOL_ tidak merugikan masyarakat.

Menhub Tegaskan Komitmen Terus Berlakukan Zero ODOL

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan kebijakan _zero ODOL_. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak membutuhkan regulasi baru untuk menegakkan kebijakan ini.

Dudy menjelaskan bahwa regulasi yang mengatur batas dimensi dan muatan kendaraan sudah ada. Namun, implementasinya di lapangan belum optimal. Oleh karena itu, pemerintah fokus pada penegakan aturan yang sudah ada.

Pemerintah akan terus berupaya untuk memastikan implementasi kebijakan _zero ODOL_ berjalan efektif dan efisien, serta memperhatikan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

Implementasi kebijakan _zero ODOL_ memang kompleks dan membutuhkan perencanaan yang cermat. Pemerintah perlu memperhatikan aspek sosial dan ekonomi agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan. Pendekatan transisi yang berkeadilan, dengan mempertimbangkan pengembangan infrastruktur pendukung dan dampaknya terhadap pelaku usaha di sektor transportasi, sangat penting untuk keberhasilan kebijakan ini. Ke depan, kolaborasi antar kementerian dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan implementasi _zero ODOL_ yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Exit mobile version