Site icon Metro Kompas

Sejarah Hari Asteroid Sedunia: Fakta Menarik 30 Juni

Sejarah Hari Asteroid Sedunia: Fakta Menarik 30 Juni

Sumber: Poskota.co.id

Setiap tahunnya, tanggal 30 Juni diperingati sebagai Hari Asteroid Sedunia atau International Asteroid Day. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang asteroid, potensi ancamannya terhadap Bumi, dan pentingnya penelitian serta pemantauan objek-objek luar angkasa tersebut. Peringatan ini bukan sekadar pengingat akan bahaya potensial, tetapi juga sebuah ajakan untuk kolaborasi internasional dalam melindungi planet kita.

Asteroid, benda langit berbatu yang lebih kecil dari planet dan mengorbit Matahari, sering disebut juga planetoid atau planet minor. Ukuran dan komposisi asteroid sangat bervariasi, mulai dari bebatuan kecil hingga objek berukuran ratusan kilometer.

Apa Itu Hari Asteroid Sedunia?

Hari Asteroid Sedunia merupakan peringatan internasional yang diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2016. Peringatan ini pertama kali dirayakan secara global pada tahun 2017.

Tujuan utama peringatan ini adalah untuk mengedukasi publik tentang asteroid dan ancaman potensial yang ditimbulkannya. Pentingnya penelitian dan pemantauan objek-objek dekat Bumi (Near-Earth Objects/NEOs) juga menjadi fokus utama.

Peringatan ini juga menjadi wadah bagi para ilmuwan, astronom, dan masyarakat luas untuk bertukar pengetahuan tentang tata surya, khususnya tentang asteroid. Hal ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman di masa depan.

Sejarah Penetapan Hari Asteroid Sedunia

Tanggal 30 Juni dipilih sebagai Hari Asteroid Sedunia karena peristiwa ledakan asteroid di Tunguska, Siberia pada tanggal yang sama di tahun 1908. Ledakan tersebut menghancurkan sekitar 2.000 kilometer persegi hutan, menjadi bukti nyata dampak yang bisa ditimbulkan asteroid, bahkan yang berukuran relatif kecil.

Inisiatif penetapan Hari Asteroid Sedunia digagas oleh beberapa tokoh terkemuka di bidang sains dan antariksa. Di antara mereka adalah Dr. Brian May (gitaris Queen dan astrofisikawan), Danica Remy, Rusty Schweickart (mantan astronot Apollo), dan astrofisikawan Grig Richters.

Tujuan mereka adalah untuk mendorong peningkatan upaya dalam mendeteksi dan melacak asteroid, serta mengembangkan strategi pertahanan planet untuk melindungi Bumi dari potensi tabrakan. Upaya ini melibatkan kolaborasi internasional dan pemanfaatan teknologi canggih.

Jenis-jenis Asteroid dan Potensi Bahayanya

Asteroid diklasifikasikan berdasarkan lokasi dan karakteristik orbitnya. Beberapa jenis asteroid yang perlu diperhatikan antara lain:

Asteroid Sabuk Utama

Sebagian besar asteroid berada di sabuk asteroid utama, yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter. Ceres, Vesta, dan Pallas merupakan contoh asteroid terbesar di sabuk ini. Asteroid-asteroid ini umumnya tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Bumi.

Asteroid Trojan

Asteroid Trojan berbagi orbit dengan planet-planet besar, seperti Jupiter, namun berada di titik Lagrange yang stabil. Mereka berada di depan atau di belakang planet tersebut. Contohnya adalah asteroid 624 Hektor.

Asteroid Dekat Bumi (NEA)

Asteroid dekat Bumi (Near-Earth Asteroids/NEAs) adalah jenis asteroid yang paling mengkhawatirkan. Orbitnya berpotongan atau mendekati orbit Bumi, sehingga berpotensi untuk bertabrakan dengan planet kita. Apophis dan Bennu merupakan contoh asteroid dekat Bumi yang telah dipantau secara intensif.

Penelitian dan pemantauan terhadap NEA terus dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan mengembangkan strategi mitigasi. Pengembangan teknologi untuk mengalihkan arah asteroid yang mengancam Bumi juga menjadi fokus utama dalam upaya pertahanan planet.

Peringatan Hari Asteroid Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat upaya global dalam melindungi Bumi dari ancaman asteroid. Melalui kolaborasi internasional dan pemanfaatan teknologi terkini, kita dapat mengurangi risiko dan memastikan keselamatan planet kita untuk generasi mendatang. Kemajuan dalam teknologi observasi dan pemahaman tentang perilaku asteroid merupakan kunci dalam upaya ini.

Exit mobile version