Seblak, camilan pedas favorit banyak orang, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Meskipun lezat, konsumsi seblak secara berlebihan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, dapat berdampak buruk pada ginjal.
Ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah memberikan peringatan mengenai hal ini. Tingginya kandungan natrium dalam seblak menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.
Bahaya Natrium Tinggi dalam Seblak bagi Kesehatan Ginjal
Kandungan natrium yang tinggi pada seblak berasal dari berbagai sumber. Kerupuk yang asin, ditambah garam dan bumbu penyedap yang ditambahkan selama proses memasak, meningkatkan kadar natrium secara signifikan.
Konsumsi seblak dengan kadar natrium tinggi dapat memicu atau memperparah hipertensi. Hal ini terutama berisiko bagi orang dewasa yang mungkin sudah memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi.
Hipertensi dan Dampaknya pada Fungsi Ginjal
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit ginjal kronis. Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah di ginjal.
Kerusakan pembuluh darah ini mengganggu fungsi penyaringan ginjal. Akibatnya, ginjal tidak dapat bekerja secara optimal dalam membuang sisa metabolisme dan racun dari tubuh.
Jika seseorang dengan hipertensi mengonsumsi makanan tinggi natrium seperti seblak tanpa kontrol, risiko kerusakan ginjal semakin meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan sehat dan mengontrol tekanan darah.
Tips Mengonsumsi Seblak dengan Bijak
Meskipun seblak berpotensi membahayakan kesehatan ginjal, bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah mengonsumsi seblak dengan bijak dan memperhatikan beberapa hal berikut.
Pilih seblak dengan kadar garam rendah atau buat sendiri di rumah dengan mengontrol jumlah garam dan bumbu penyedap. Batasi frekuensi konsumsi seblak untuk menghindari asupan natrium berlebih.
Perhatikan juga jenis kerupuk yang digunakan. Pilih kerupuk dengan kadar garam rendah atau bahkan tanpa garam tambahan. Ini akan membantu mengurangi total asupan natrium.
Bagi penderita hipertensi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi seblak. Mereka dapat memberikan panduan yang tepat mengenai jumlah konsumsi yang aman.
Selain mengontrol asupan seblak, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Ini termasuk olahraga teratur, mengelola stres, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan ginjal.
Ingatlah bahwa seblak hanyalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal. Pola hidup sehat dan pemantauan kesehatan secara berkala sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit ginjal.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda tetap dapat menikmati kelezatan seblak tanpa mengorbankan kesehatan ginjal Anda. Yang terpenting adalah selalu bijak dalam mengonsumsi makanan dan menjaga gaya hidup sehat.