Site icon Metro Kompas

Rahasia Doa Tahun Baru Hijriah: Dapatkan Berkahnya Sekarang

Awal tahun Hijriah menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk introspeksi diri dan mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Salah satu tradisi yang dijalankan adalah membaca doa akhir dan awal tahun, sebagai refleksi atas perjalanan tahun yang telah berlalu dan harapan untuk tahun yang akan datang.

Doa-doa tersebut biasanya dipanjatkan setelah sholat Ashar atau Maghrib, diiringi suasana khusyuk dan penuh makna. Walaupun tidak ada teks doa baku dari Rasulullah SAW, umat Muslim dianjurkan berdoa dengan penuh kesadaran dan harapan. Melalui doa, mereka memohon ampun atas segala kesalahan, mengharapkan diterimanya amal baik, serta memohon keberkahan untuk tahun baru.

Doa Awal Tahun Hijriah: Memulai Tahun Baru dengan Niat Suci

Doa awal tahun Hijriah umumnya berisi permohonan ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, baik yang disengaja maupun tidak. Umat Muslim dapat memanjatkan doa ini dalam bahasa Arab, Latin, atau terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia.

Doa ini menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memulai tahun baru dengan niat yang lebih baik. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, umat Muslim dapat lebih merasakan kedekatan dengan Allah SWT saat bermunajat.

Salah satu doa yang dapat dipanjatkan adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمُرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhir hidupku, sebaik-baik amal perbuatanku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu.” (HR. Al-Hakim, dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah No. 1836).

Doa Akhir Tahun Hijriah: Refleksi dan Penyesalan

Doa akhir tahun Hijriah berfungsi sebagai sarana refleksi atas perbuatan yang telah dilakukan sepanjang tahun. Doa ini menjadi ungkapan penyesalan atas kesalahan dan harapan agar Allah SWT menerima amal baik yang telah dikerjakan.

Doa ini dapat dipanjatkan dalam berbagai versi, disesuaikan dengan kebutuhan dan pemahaman masing-masing individu. Intinya adalah permohonan ampun dan harapan penerimaan atas amal ibadah yang telah dilakukan.

Berikut salah satu contoh doa akhir tahun:

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْئَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تُرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya: “Ya Allah, apa saja yang telah aku kerjakan dalam tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang dan aku belum bertaubat darinya, padahal Engkau tidak meridhainya dan aku telah melupakannya sementara Engkau tidak melupakannya, dan Engkau bersabar (tidak menghukumku) padahal Engkau berkuasa menghukumku, dan Engkau memanggilku untuk bertaubat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu — maka ya Allah, aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan apa saja amal kebaikan yang telah aku kerjakan yang Engkau ridhoi dan telah Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, terimalah amalku itu, dan janganlah Engkau putus harapanku dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Sebagai alternatif yang lebih singkat, dapat diucapkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Keutamaan Membaca Doa: Bentuk Ibadah yang Mulia

Membaca doa memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Doa merupakan inti dari ibadah, sesuai sabda Rasulullah SAW: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ” (Doa itu adalah ibadah.) (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi; shahih menurut Al-Albani).

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, seperti firman-Nya dalam QS. Ghafir: 60: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untukmu…”

Selain itu, doa juga dapat menghapus dosa dan musibah, menenangkan hati, serta menunjukkan tawakkal dan keimanan yang kuat.

Dengan demikian, membaca doa awal dan akhir tahun bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang besar bagi kehidupan spiritual seorang muslim. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Exit mobile version