Site icon Metro Kompas

Psikolog Ungkap Rahasia Siap Punya Anak? Simak Dulu!

Psikolog Ungkap Rahasia Siap Punya Anak? Simak Dulu!

Sumber: Kompas.com

Tren childfree semakin meningkat. Banyak individu memilih untuk tidak memiliki anak, bukan sekadar karena pertimbangan finansial atau usia pernikahan semata.

Keputusan ini melibatkan aspek emosional yang kompleks. Luka batin yang belum terselesaikan seringkali menjadi faktor penentu.

Trauma Masa Lalu: Hambatan Menjadi Orangtua

Psikolog keluarga Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa trauma masa lalu, pola asuh yang menyakitkan, atau ketakutan akan kegagalan rumah tangga bisa memengaruhi kesiapan seseorang menjadi orangtua.

Ketakutan akan mengulangi pola asuh negatif di masa lalu atau kegagalan pernikahan kerap menjadi alasan utama.

Sukmadiarti menambahkan, beberapa individu takut menyakiti anak atau gagal dalam peran sebagai orangtua. Rasa takut ini berakar pada pengalaman traumatis di masa lalu.

Konseling: Jembatan Menuju Kesiapan Mental

Konseling menjadi solusi efektif mengatasi luka batin yang menghambat kesiapan menjadi orangtua. Proses penyembuhan luka ini membutuhkan bantuan profesional.

Sukmadiarti menekankan peran penting konselor atau psikolog dalam memulihkan jiwa. Mereka membantu individu memahami dan mengatasi akar permasalahan.

Konseling membantu individu memahami alasan di balik pilihan childfree mereka, tanpa bermaksud mengubah keputusan tersebut.

Tujuannya adalah menciptakan ruang penyembuhan, sehingga individu dapat mengambil keputusan berdasarkan pemahaman diri yang lebih utuh.

Membangun Self-Love: Langkah Menuju Kesiapan Diri

Self-love atau mencintai diri sendiri menjadi kunci penting dalam proses pemulihan. Ini bukan soal memanjakan diri, tetapi penerimaan diri.

Belajar menerima ketidaksempurnaan dan kesalahan masa lalu adalah bagian penting dari self-love. Ini membantu individu membangun kepercayaan diri.

Sukmadiarti menekankan pentingnya belajar dari kesalahan dan menghargai upaya diri sendiri. Ini akan mempersiapkan mental untuk peran sebagai orangtua.

Meskipun tidak ada yang benar-benar siap sepenuhnya, kesiapan akan muncul seiring keberanian untuk belajar, bertumbuh, dan memulihkan diri. Proses ini memerlukan waktu dan kesabaran.

Membangun self-love dan mengatasi trauma masa lalu membantu individu menghadapi tantangan menjadi orangtua dengan lebih bijak dan matang.

Pada akhirnya, keputusan memiliki anak merupakan pilihan pribadi yang kompleks dan bergantung pada kesiapan individu secara utuh, baik secara emosional maupun mental.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri, individu dapat mengambil keputusan yang selaras dengan kesejahteraan mereka dan keluarga yang akan mereka bina.

Exit mobile version