Tokoh NU, Islah Bahrawi, atau Gus Islah, baru-baru ini mengomentari konflik militer Iran-Israel. Ia mengajak publik Indonesia untuk mencermati perkembangan teknologi persenjataan kedua negara tersebut.
Teknologi Militer Iran-Israel: Sebuah Studi Kasus
Konflik Iran-Israel menyoroti kemajuan pesat teknologi militer kedua negara. Kemampuan Iran yang tetap mampu mengembangkan persenjataan canggih meskipun berada di bawah embargo selama bertahun-tahun patut mendapat perhatian.
Sistem pertahanan dan serangan Iran dan Israel menunjukkan tingkat kecanggihan yang luar biasa. Hal ini terlihat dari kemampuan rudal balistik Iran yang mampu mencapai Tel Aviv dalam waktu singkat.
Penggunaan sistem pertahanan udara mutakhir, sistem tak berawak (intelligent unmanned systems), dan kerja intelijen yang terorganisir juga turut berkontribusi. Perang jarak jauh seperti ini menekankan pentingnya akurasi dan kecanggihan teknologi.
Gus Islah juga mencatat adanya pergeseran politik global akibat konflik ini. Arogansi pemerintahan Trump di masa lalu dinilai telah mengurangi dukungan Eropa terhadap Israel.
Implikasi bagi Indonesia: Kesiapan Menghadapi Ancaman Modern
Menghadapi perkembangan teknologi militer tersebut, Gus Islah mempertanyakan kesiapan Indonesia. Ia mempertanyakan apakah sistem pertahanan udara Indonesia, seperti NASAMS, mampu melindungi wilayah Indonesia seluas 5 juta kilometer persegi.
Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi “Digital Warfare” atau perang siber. Indonesia perlu mempertimbangkan ancaman serangan digital dan tindakan ofensif melalui jaringan komputer dan sistem informasi.
Perang antarnegara tidak selalu terjadi antara negara berbatasan langsung. Ancaman modern seperti perang siber dan serangan jarak jauh membutuhkan kesiapan yang komprehensif.
Refleksi dan Tantangan ke Depan
Perang Iran-Israel menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Kemajuan teknologi persenjataan kedua negara tersebut menuntut Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan nasionalnya.
Penting bagi Indonesia untuk terus mengembangkan teknologi pertahanan dan sistem keamanan siber yang mumpuni. Hal ini untuk memastikan keamanan dan kedaulatan negara di tengah perkembangan geopolitik global yang dinamis.
Pengembangan sumber daya manusia di bidang pertahanan dan keamanan siber juga sangat krusial. Indonesia perlu mempersiapkan personel militer yang terampil dan siap menghadapi berbagai jenis ancaman modern. Kesimpulannya, kewaspadaan dan antisipasi terhadap perkembangan teknologi militer global sangat penting bagi masa depan keamanan Indonesia.