Banteng Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap PDI Perjuangan, menggelar turnamen padel bertajuk Soekarno Padel Open 2025 pada Sabtu, 28 Juni 2025. Acara ini bertujuan mengenalkan sosok Presiden pertama RI, Soekarno, kepada generasi muda, khususnya Gen Z, melalui cara yang kreatif dan kekinian.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga. BMI ingin mengingatkan publik akan pandangan Soekarno terhadap olahraga sebagai bagian integral dari perjuangan kebangsaan.
Soekarno dan Semangat Olahraga Kebangsaan
Rayhan Ali, Sekretaris DPD BMI Jakarta, menjelaskan bahwa Soekarno memandang olahraga sebagai alat untuk membangun bangsa yang kuat dan berdaulat. Ia melihat potensi olahraga untuk membentuk mental dan karakter bangsa.
Hal ini tercermin dalam kebijakan-kebijakan Soekarno, seperti pembangunan Gelora Bung Karno (GBK) pada tahun 1962 sebagai pusat olahraga rakyat. Bahkan di masa sulit, Soekarno tetap menekankan pentingnya prestasi olahraga untuk membangkitkan kebanggaan nasional.
Soekarno Padel Open 2025: Perpaduan Nostalgia dan Tren Kekinian
Soekarno Padel Open 2025 memilih olahraga padel, olahraga raket yang sedang populer di kalangan anak muda Indonesia, untuk menjangkau target audiensnya. Pilihan ini dinilai efektif untuk menarik minat Gen Z.
Lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan berpartisipasi dalam turnamen ini. Kompetisi mempertandingkan tiga kategori: Bronze Open (40 pasangan), Lower Bronze Women (12 pasangan), dan Mixed Doubles (16 pasangan).
BMI Mendekatkan Diri kepada Generasi Muda
Christoper Kevin, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPP BMI, menyatakan bahwa kejuaraan ini merupakan upaya nyata BMI untuk mendekatkan diri kepada anak muda. Padel dipilih karena popularitasnya di kalangan Gen Z.
Dengan melibatkan komunitas padel, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara anak muda dengan PDI Perjuangan melalui BMI. Turnamen ini juga dibuka secara resmi oleh tokoh penting PDI-P, termasuk cucu Bung Karno, Muhammad Prananda Prabowo.
Soekarno Padel Open 2025 bukan hanya sekadar turnamen olahraga. Acara ini merupakan perpaduan unik antara penghormatan terhadap sejarah dan adaptasi terhadap tren terkini. Dengan melibatkan generasi muda dalam sebuah kegiatan yang menggabungkan olahraga populer dengan warisan sejarah, BMI berhasil menciptakan suatu kampanye yang efektif dan berkesan.
Keberhasilan turnamen ini menunjukkan potensi strategi komunikasi yang inovatif dalam mendekatkan politik kepada kalangan muda. Inisiatif ini layak diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam menjangkau pemilih muda.