Site icon Metro Kompas

Pasukan Katak TNI Evakuasi Korban Kapal Tenggelam Selat Bali

Pasukan Katak TNI Evakuasi Korban Kapal Tenggelam Selat Bali

Sumber: Kompas.com

Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: TNI Kerahkan Kekuatan Maksimal untuk Operasi SAR

Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 3 Juli 2025 telah menggemparkan Indonesia. Kejadian yang merenggut nyawa beberapa penumpang dan meninggalkan puluhan lainnya dalam kondisi memprihatinkan ini telah memicu respon cepat dan sigap dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) pun segera dikerahkan secara besar-besaran.

TNI, melalui Komando Armada II (Koarmada II), langsung mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk mendukung operasi SAR. Komitmen tinggi ini diwujudkan dalam bentuk penugasan berbagai armada dan personel terbaik demi menyelamatkan para korban. Kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi bencana ini patut diapresiasi sebagai wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kekuatan TNI yang Dikerahkan untuk Operasi SAR

Operasi SAR untuk KMP Tunu Pratama Jaya melibatkan berbagai armada dan personel terlatih TNI. Komandan Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, secara resmi mengumumkan kekuatan yang dikerahkan.

Komponen utama yang terlibat terdiri dari KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu pesawat udara CN 235, dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL), dan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim penyelam dan pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga dilibatkan untuk mendukung operasi di perairan.

Tantangan Operasi SAR di Tengah Kondisi Perairan yang Ekstrem

Operasi SAR dihadapkan pada tantangan berat. Kondisi cuaca di Selat Bali saat kejadian dilaporkan kurang bersahabat, mempersulit upaya pencarian dan penyelamatan korban.

Kendala cuaca berupa gelombang tinggi dan arus laut yang kuat tentu menambah kompleksitas operasi. Namun, TNI berkomitmen untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada guna memaksimalkan proses evakuasi. Keuletan dan profesionalisme para petugas SAR menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Prioritas Penyelamatan Korban dan Kerja Sama Antar Instansi

Penyelamatan korban KMP Tunu Pratama Jaya menjadi prioritas utama TNI. Hal ini selaras dengan Undang-Undang TNI, khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 13 yang mengatur tentang bantuan pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan.

TNI juga bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Basarnas, dalam operasi SAR. Kolaborasi antar lembaga ini sangat krusial untuk memastikan efisiensi dan efektivitas upaya pencarian dan penyelamatan para korban. Koordinasi yang baik antar instansi menjadi kunci keberhasilan dalam operasi penyelamatan berskala besar seperti ini.

Data Korban dan Perkembangan Terkini

Hingga Kamis malam, 3 Juli 2025, Basarnas mencatat enam orang meninggal dunia. Sebanyak 29 orang berhasil diselamatkan. KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 65 orang saat kejadian nahas tersebut.

Proses evakuasi terus dilakukan secara intensif. TNI berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. Doa dan dukungan masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat bagi tim SAR yang bertugas di lapangan.

Penutup:

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi musibah. Keberhasilan operasi SAR ini tak hanya bergantung pada teknologi dan sumber daya, tetapi juga pada kerja keras, dedikasi, dan koordinasi yang solid antar berbagai pihak. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran di Indonesia. Semoga seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Exit mobile version