Site icon Metro Kompas

Museum Sepak Bola Dunia: Mimpi Jakarta, Bandung, atau Madrid?

Di jantung kota Madrid, tepat di samping Puerta del Sol yang ikonik, berdiri LEGENDS – The Home of Football, sebuah museum sepak bola megah yang wajib dikunjungi bagi penggemar si kulit bundar. Museum ini dibuka hampir dua tahun lalu dan telah menjadi destinasi utama bagi para pecinta sepak bola dari seluruh dunia.

Dengan luas 4.200 meter persegi dan tujuh lantai, LEGENDS menawarkan pengalaman imersif yang tak tertandingi. Museum ini menyimpan koleksi reliquia berharga dari legenda-legenda sepak bola dunia, mulai dari trofi bergengsi, jersey ikonik hingga memorabilia langka yang belum pernah dikumpulkan di satu tempat sebelumnya. Koleksi ini benar-benar unik dan berharga bagi sejarah sepak bola.

“Ini pertama kalinya institusi-institusi besar dunia sepak bola bersatu dalam satu proyek bersama, demi satu tujuan penting: melestarikan sejarah sepak bola,” ujar Laura Valdeolivas, CEO LEGENDS, seperti dikutip dari El Pais. Pernyataan ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya pelestarian sejarah olahraga terpopuler di dunia.

Lebih dari Sekadar Museum: Pengalaman Interaktif dan Edukatif

LEGENDS bukan hanya sekadar tempat memamerkan artefak bersejarah. Museum ini juga dirancang sebagai ruang interaktif dan edukatif yang memberikan pengalaman yang kaya bagi pengunjung. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari pengalaman Cine 4D yang imersif, hingga mengikuti workshop dan berbagai kegiatan lainnya.

Museum ini juga kerap mengadakan kunjungan dari legenda sepak bola hidup, memberikan kesempatan langka bagi pengunjung untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan para pahlawan sepak bola. Bahkan, gedung bersejarah yang dilindungi warisan budaya ini dapat disewa untuk acara korporat.

Program Unggulan: Pieza del Mes

Salah satu program unggulan LEGENDS adalah ‘Pieza del Mes’ (Item Bulanan), di mana setiap bulan, museum ini memamerkan jersey spesial yang menandai momen penting dalam karier seorang pemain. Program ini memberikan kesempatan untuk lebih dalam menyelami kisah-kisah inspiratif di balik jersey-jersey tersebut.

Contohnya, jersey Santi Cazorla saat kembali membela Real Oviedo, atau jersey Kirian Rodríguez dari UD Las Palmas yang kembali bermain setelah sembuh dari penyakit serius. Pada Juni lalu, jersey Ante Budimir, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah CA Osasuna, menjadi pusat perhatian.

Kolaborasi dan Program Sosial

LEGENDS juga berkolaborasi dengan Federasi Pemain Veteran Sepak Bola Spanyol (FEAFV) dan Fundación LALIGA untuk menghadirkan program sosial bagi lansia dan penyandang gangguan neurologis. Lewat kegiatan interaktif berbasis sepak bola, program ini bertujuan untuk membangkitkan kenangan indah dan meningkatkan kualitas hidup para peserta.

“Futbol hanyalah alasan, tapi bisa membangkitkan kenangan indah sepanjang hidup,” kata Roberto Solozábal, eks pemain Atlético Madrid yang kini menjadi wakil presiden FEAFV. Pernyataan ini menggambarkan dampak positif sepak bola terhadap kehidupan banyak orang.

Koleksi Legendaris: Lebih dari 670 Artefak

Museum ini menyimpan lebih dari 670 artefak legendaris. Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah jersey Iker Casillas dari final Piala Dunia 2010, yang unik karena dipotong oleh Casillas sendiri karena alasan takhayul.

Koleksi lainnya termasuk jersey Pelé dari Santos tahun 1962, dan jersey Real Madrid dengan logo UEFA dari ajang Piala Interkontinental. Koleksi-koleksi ini menunjukkan betapa kayanya sejarah sepak bola yang tersimpan di LEGENDS.

LEGENDS lebih dari sekadar museum; ia adalah panggung nostalgia, penghormatan, dan edukasi tentang olahraga paling dicintai di dunia. Jika Anda penggemar sepak bola sejati dan mengunjungi Madrid, pastikan LEGENDS menjadi destinasi utama Anda.

Menarik untuk membayangkan kapan Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, akan memiliki museum sepak bola sekelas LEGENDS. Keberadaan museum semacam ini akan sangat berharga bagi pelestarian sejarah dan perkembangan sepak bola di Indonesia.

Kontributor: M.Faqih

Exit mobile version