Site icon Metro Kompas

Menag Tegaskan: 1 Muharram, Bukan Tradisi Bid’ah?

Menag Tegaskan: 1 Muharram, Bukan Tradisi Bid'ah?

Sumber: Liputan6.com

Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, memiliki arti penting bagi umat Islam. Peringatan 1 Muharram, menurut Menteri Agama (Menag) Nasaruddin, bukanlah bid’ah, melainkan momentum untuk refleksi diri dan penajaman hati nurani.

Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa pemahaman ekoteologi dapat mencegah kesyirikan. Pesan utama 1 Muharram, yang sejalan dengan prinsip ekoteologi, adalah ajakan untuk introspeksi, menghindari konflik, dan meninggalkan peperangan.

Peringatan 1 Muharram: Apresiasi terhadap Waktu

Tradisi memperingati 1 Muharram, menurut Menag, merupakan bentuk apresiasi terhadap waktu. Setiap waktu dan tempat, menurutnya, memiliki nilai kesakralan tersendiri.

Sebagai contoh, sholat di depan Ka’bah memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan sholat di tempat lain. Hal ini menunjukkan pentingnya konteks waktu dan tempat dalam ibadah.

Kekuatan Simbolik Peringatan 1 Muharram

Menag menekankan pentingnya berkumpul dan merenung sebagai bentuk kekuatan simbolik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Peringatan 1 Muharram menjadi sarana penajaman hati nurani. Meskipun akal mungkin tajam, batin perlu diasah melalui kegiatan seperti berkumpul dan merenung.

Berkumpul tanpa kursi, misalnya, merupakan bentuk terapi kejut untuk membangkitkan kesadaran jiwa. Hal ini penting untuk mencapai kedalaman spiritual.

Ekoteologi dan Perayaan Muharram: Sebuah Keselarasan

Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa ekoteologi mengajarkan kita mencintai seluruh ciptaan sebagai bagian dari diri sendiri.

Dalam perspektif ekoteologi, semua fase kehidupan, baik mekar maupun layu, memiliki makna dan layak untuk dicintai.

Umat Islam diajak untuk memperlakukan alam dengan hormat dan penuh kasih sayang. Hal ini penting, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup saat ini.

Menag berharap, perayaan Muharram dapat meningkatkan kesadaran umat akan tanggung jawab mereka terhadap kelestarian alam.

Melalui peringatan 1 Muharram, umat Islam diharapkan mampu menghayati nilai-nilai spiritual dan mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengasah kepekaan batin dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat Tuhan, termasuk alam sekitar.

Exit mobile version