Seblak dan ceker mercon, dua hidangan pedas yang populer di Indonesia, telah menarik perhatian banyak orang dalam beberapa tahun terakhir. Tingkat kepedasannya pun beragam, mulai dari level ringan hingga sangat pedas. Namun, di balik kenikmatannya, pertanyaan tentang manfaat dan dampak kesehatan dari kedua makanan ini sering muncul.
Para pencinta kuliner pedas mungkin penasaran: Apakah mengonsumsi seblak dan ceker mercon secara rutin memberikan manfaat bagi tubuh? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Kandungan rempah dan cabai di dalamnya memang memiliki potensi manfaat, namun juga menyimpan risiko bagi kesehatan tertentu.
Manfaat dan Risiko Seblak dan Ceker Mercon bagi Kesehatan
Lada, salah satu bumbu utama dalam seblak dan ceker mercon, merupakan sumber mineral meskipun dalam jumlah kecil. Menurut Kencana Fitri Hudayani, ahli gizi dari RSCM, konsumsi lada dalam jumlah wajar tidak akan memberikan dampak signifikan pada asupan mineral harian. Namun, manfaat utama justru berasal dari cabai.
Cabai mengandung vitamin C dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Namun, sifatnya yang merangsang saluran pencernaan perlu diperhatikan. Konsumsi cabai berlebihan berpotensi menyebabkan iritasi pada lambung, bahkan dalam jangka panjang dapat memicu refluks asam lambung atau GERD. Ini terutama berlaku bagi individu dengan riwayat masalah pencernaan.
Berapa Banyak Seblak dan Ceker Mercon yang Aman Dikonsumsi?
Meskipun seblak dan ceker mercon bukanlah makanan terlarang, konsumsinya perlu dibatasi. Mengonsumsi kedua makanan ini dua kali sehari dalam jumlah banyak, terutama dengan level kepedasan tinggi, dapat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.
Hal ini dikarenakan efek iritasi pada saluran cerna yang dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius seperti GERD. Selain itu, konsumsi berlebihan juga berpotensi meningkatkan risiko hipertensi karena kandungan natrium yang tinggi, terutama dari kerupuk yang umumnya asin.
Tips Aman Mengonsumsi Seblak dan Ceker Mercon
Untuk menikmati seblak dan ceker mercon dengan aman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Batasi frekuensi konsumsi: Jangan mengonsumsi setiap hari. Berikan jeda waktu antara konsumsi.
- Atur tingkat kepedasan: Sesuaikan level kepedasan dengan toleransi tubuh. Hindari level kepedasan yang terlalu tinggi.
- Perhatikan kandungan garam: Jika menggunakan kerupuk asin, kurangi atau hindari penambahan garam tambahan.
- Perhatikan bahan tambahan: Pilih bahan-bahan berkualitas dan perhatikan kandungan sodium serta penyedap rasa.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, menikmati kelezatan seblak dan ceker mercon tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kesehatan. Yang terpenting adalah kesadaran dan keseimbangan dalam mengonsumsi makanan, termasuk makanan pedas. Jangan sampai kenikmatan sesaat justru menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. Selalu utamakan pola makan seimbang dan bergizi.