Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Wyata Guna Bandung baru-baru ini menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pegawainya, pendamping sosial, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuannya mulia: memperkuat kompetensi mereka dalam memberikan layanan terbaik bagi penyandang disabilitas.
Pelatihan intensif ini diadakan di Wisma Pendawa Kemensos dan mencakup materi penting seputar Activity Daily Living (ADL), Orientasi Mobilitas (OM), serta keterampilan membaca dan menulis Braille. Langkah ini merupakan arahan langsung dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Penguatan Kompetensi Layanan Disabilitas
Kepala Sentra Wyata Guna, Sri Harijati, menekankan pentingnya pelatihan ini. Ia menyatakan bahwa seluruh pegawai Sentra harus menguasai ADL, OM, dan Braille.
Kemampuan ADL meliputi keterampilan dasar dalam menjalani aktivitas harian. Hal ini mencakup kebersihan diri, memasak, hingga memanfaatkan waktu luang secara efektif.
Sementara itu, Orientasi Mobilitas (OM) merupakan keterampilan krusial bagi penyandang disabilitas tunanetra. Keterampilan ini memungkinkan mereka untuk bergerak mandiri dan aman.
Pelatihan ini diikuti oleh 84 peserta. Mereka terdiri dari pegawai Sentra, pendamping sosial, dan pendamping PKH.
Materi Pelatihan yang Komprehensif
Materi pelatihan tidak hanya disampaikan secara teoritis. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara langsung.
Suasana pelatihan dibuat interaktif. Hal ini bertujuan agar materi lebih mudah diserap dan dipahami oleh para peserta.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 24 dan 25 Juni 2025. Narasumber pelatihan berasal dari pelatih internal Sentra Wyata Guna.
Harapan Terhadap Agen Perubahan
Sri Harijati berharap pelatihan ini dapat menghasilkan agen perubahan. Para peserta diharapkan dapat meningkatkan layanan rehabilitasi sosial.
Sentra Wyata Guna merupakan satu-satunya pusat percetakan Braille di Indonesia. Lembaga ini berperan penting dalam mendorong literasi inklusif di tingkat nasional.
Dengan kemampuan ADL, OM, dan Braille yang mumpuni, para peserta diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih layak dan bermartabat bagi penyandang disabilitas. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan inklusivitas.
Pelatihan ini menjadi bukti komitmen Kemensos dalam meningkatkan kualitas layanan bagi penyandang disabilitas. Semoga pelatihan ini dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang inklusif dan setara.