Kerusakan pada lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Tol Kebon Jeruk KM 2, Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, telah mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Setelah dikeluhkan warga melalui media sosial dan viral, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat langsung mengambil tindakan.
Perbaikan sementara telah dilakukan berupa penambalan lubang-lubang pada lantai JPO menggunakan cor semen. Langkah ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kondisi JPO yang memprihatinkan.
Perbaikan Sementara JPO Kebon Jeruk
Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam, membenarkan adanya perbaikan sementara tersebut. Pihaknya telah menindaklanjuti aduan warga dengan mengerahkan petugas untuk melakukan penambalan.
Penambalan dilakukan pada bagian lantai JPO yang berlubang dan rapuh. Kondisi kerusakan JPO, yang bahkan ditumbuhi rumput liar di beberapa bagian, sebelumnya telah viral di media sosial.
Tim perbaikan terdiri dari lima orang petugas. Mereka bekerja cepat untuk menangani kerusakan agar tidak membahayakan pengguna JPO.
Koordinasi dengan PT Jasa Marga
Meskipun telah dilakukan perbaikan sementara, Sudin Bina Marga Jakarta Barat berencana untuk melakukan koordinasi dengan PT Jasa Marga. PT Jasa Marga diketahui sebagai pemilik JPO tersebut.
Surat resmi akan segera dikirimkan ke PT Jasa Marga. Hal ini bertujuan agar perbaikan yang lebih permanen dan komprehensif dapat segera dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.
Perbaikan sementara hanya bersifat darurat. Perbaikan permanen dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna JPO dalam jangka panjang.
Peningkatan Keamanan JPO di Jakarta Timur
Di Jakarta Timur, Pemerintah Kota sedang meningkatkan keamanan JPO menyusul kasus pencurian besi di JPO Cakung. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
Salah satu upaya peningkatan keamanan adalah pemasangan CCTV di berbagai titik. Pemasangan CCTV ini akan memperkuat pusat kendali dan memungkinkan pemantauan situasi secara lebih efektif.
Pemasangan CCTV juga dilakukan di enam titik sekitar Mal Bassura. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi tawuran yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Kerja sama dengan Polres Metro Jakarta Timur juga dilakukan. Koordinasi ini bertujuan untuk pemantauan bersama dan penanganan kejadian yang tidak diinginkan.
Plt. Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menekankan pentingnya pemasangan CCTV. Pemasangan CCTV menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Langkah-langkah Peningkatan Keamanan
- Pemasangan CCTV di titik rawan pencurian dan tawuran.
- Penguatan pusat kendali (command center) untuk pemantauan efektif.
- Koordinasi dan kerja sama dengan pihak kepolisian.
Pemasangan CCTV di berbagai titik strategis diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminal dan gangguan keamanan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Baik di Jakarta Barat maupun Jakarta Timur, perbaikan dan peningkatan keamanan JPO menjadi fokus utama pemerintah daerah. Hal ini menunjukan komitmen untuk memberikan fasilitas publik yang aman dan nyaman bagi warga.
Kejadian kerusakan JPO di Kebon Jeruk dan pencurian besi di Cakung menjadi pelajaran berharga. Pentingnya perawatan rutin dan pengamanan yang memadai perlu diutamakan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Upaya pemerintah daerah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas publik yang disediakan.