Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, baru-baru ini memberikan klarifikasi terkait perjalanan istrinya ke Eropa. Perjalanan ini menjadi sorotan publik setelah beredar surat yang diduga meminta pendampingan dan fasilitas dari beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Eropa.
Maman membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan istrinya ditanggung secara pribadi. Tujuan kunjungan adalah untuk mendampingi anaknya yang mengikuti pertandingan misi budaya di Eropa.
Klarifikasi Menteri Maman Abdurrahman Terkait Perjalanan Istrinya ke Eropa
Maman menyatakan bahwa tidak ada dana negara yang digunakan untuk perjalanan tersebut. Ia bahkan menunjukkan bukti pembayaran tiket dan akomodasi lainnya yang berasal dari rekening pribadi istrinya.
Bukti-bukti tersebut, termasuk bukti pembayaran hotel dan biaya makan, telah diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pembayaran dilakukan pada bulan Mei 2025.
Maman menekankan bahwa tidak ada niat untuk memanfaatkan fasilitas negara atau pihak lain dalam perjalanan tersebut. Ia mengaku telah memberikan penjelasan kepada KPK. KPK menerima penjelasan dan klarifikasi tersebut.
Kunjungan Keluarga ke Eropa untuk Kegiatan Sekolah
Tujuan utama perjalanan istri Menteri Maman ke Eropa adalah mendampingi putranya yang mengikuti pertandingan misi budaya. Ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh sekolah.
Maman menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan, mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi, dibiayai dari dana pribadi keluarga. Tidak ada penggunaan dana negara atau pihak lain.
Tanggapan KPK dan Harapan Menteri Maman
Maman Abdurrahman secara inisiatif mendatangi KPK untuk memberikan klarifikasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawabannya sebagai menteri.
Ia berharap klarifikasi dan bukti-bukti yang telah disampaikan dapat mengakhiri polemik yang beredar di media sosial. Maman berharap masyarakat dapat menerima penjelasannya.
KPK menerima penjelasan dan bukti-bukti yang diajukan oleh Menteri Maman. KPK dinilai bersikap terbuka dalam menerima klarifikasi dari Menteri Maman.
Surat Permohonan Fasilitas yang Viral
Surat yang beredar luas di media sosial dan ditujukan kepada beberapa KBRI di Eropa, tertanggal 30 Juni 2025. Surat tersebut diduga meminta fasilitas kepada pejabat negara setempat.
Isi surat tersebut memicu kontroversi dan menimbulkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan. Maman telah memberikan klarifikasi terkait isi surat tersebut.
Negara-negara yang KBRI-nya menerima surat tersebut antara lain Turki, Bulgaria, Belgia, Prancis, Swiss, dan Italia. Maman menjelaskan konteks surat tersebut dalam klarifikasinya kepada KPK.
Dengan menyerahkan bukti-bukti pembayaran dan memberikan klarifikasi langsung kepada KPK, Menteri Maman Abdurrahman menunjukkan komitmennya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi pejabat publik untuk senantiasa berhati-hati dan menjaga integritas dalam setiap tindakannya, meskipun yang berkaitan dengan urusan keluarga.