Mendapatkan akses ke garasi tim balap di ajang balap kelas dunia seperti MotoGP, Formula 1, atau Formula E merupakan kesempatan langka. Hanya segelintir orang yang beruntung bisa menyaksikan langsung kesibukan di balik layar tersebut.
Liputan6.com berkesempatan mengunjungi garasi tim balap Formula E Jaguar TCS Racing di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata bagaimana persiapan kru tim balap dalam menyiapkan kendaraan untuk pembalap.
Mengintip Kesibukan di Garasi Jaguar TCS Racing
Saat kunjungan Liputan6.com, suasana di garasi Jaguar TCS Racing tergolong tenang. Ini dikarenakan waktu latihan, kualifikasi, dan balapan belum dimulai.
Beberapa kru dan mekanik terlihat sibuk mempersiapkan mobil balap listrik Jaguar I-Type 7 – Gen3 Evo. Mereka melakukan pengecekan dan perawatan rutin.
Mark Godden, Race Operations Executive Jaguar TCS, menjelaskan bahwa periode sebelum kedatangan pembalap adalah waktu tersibuk bagi seluruh kru. Semua persiapan dilakukan secara detail dan matang.
Aktivitas Tim Setelah Mobil Keluar Lintasan
Mark Godden menekankan pentingnya evaluasi pasca-balapan. Hal pertama yang dilakukan tim adalah menganalisis data dan mencari tahu bagian mana yang sesuai dengan prediksi dan yang meleset.
Data tersebut menjadi acuan kru dalam melakukan penyesuaian untuk balapan selanjutnya. Proses evaluasi dan penyesuaian ini sangat krusial.
Perbandingan Garasi Formula 1 dan Formula E
Secara umum, tidak ada perbedaan signifikan antara garasi Formula 1 dan Formula E. Namun, ukuran garasi Formula 1 cenderung lebih luas dibanding Formula E.
Meskipun Formula E menggunakan mobil listrik, garasi tetap membutuhkan kebersihan tinggi karena penggunaan oli dan pelumas pada beberapa komponen.
Terdapat batasan jumlah barang bawaan untuk setiap tim di Formula E, sebagai upaya menjaga keberlanjutan. Setiap tim hanya diizinkan membawa tujuh kotak, diangkut menggunakan dua pesawat DHL.
Hal ini berbeda dengan Formula 1 yang memiliki lebih banyak ruang dan logistik yang lebih besar. Persyaratan keberlanjutan yang lebih ketat juga terlihat di Formula E.
Kesimpulannya, meskipun terlihat tenang saat waktu luang, garasi tim balap Formula E menyimpan kesibukan yang luar biasa. Persiapan yang matang dan evaluasi yang detail menjadi kunci keberhasilan tim balap. Meskipun terdapat perbedaan skala, dedikasi dan profesionalitas tim tetap terlihat jelas di kedua kelas balap tersebut.