Site icon Metro Kompas

Debt Collector Prank Damkar Bekasi: Tagih Hutang, Bukan Ular!

Debt Collector Prank Damkar Bekasi: Tagih Hutang, Bukan Ular!

Sumber: Liputan6.com

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi menjadi korban modus penipuan yang cukup unik. Seorang oknum debt collector memanfaatkan kesigapan mereka untuk menagih utang. Modus yang digunakan cukup licik, yaitu dengan berpura-pura melaporkan adanya ular di rumah salah satu nasabahnya. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 5 Juli 2025, dan baru terungkap beberapa hari kemudian.

Kejadian ini menyoroti bagaimana profesi yang bertugas membantu masyarakat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi yang merugikan. Tindakan debt collector ini tidak hanya mengganggu kinerja Damkar, tetapi juga menimbulkan kerugian waktu dan sumber daya. Lebih lanjut, tindakan ini juga menunjukkan betapa pentingnya verifikasi informasi sebelum melakukan tindakan lapangan.

Laporan Ular Palsu di Bekasi

Pada Sabtu, 5 Juli 2025, petugas Damkar Kabupaten Bekasi menerima laporan adanya ular di sebuah rumah warga. Pelapor memberikan alamat dan lokasi melalui fitur share location. Petugas Damkar yang sigap langsung menuju lokasi yang diberikan.

Pelapor terus mendesak petugas agar segera tiba di lokasi. Ia mengklaim ular yang dilihatnya berukuran besar dan berada di dalam septic tank rumah tersebut. Hal ini membuat petugas Damkar semakin terburu-buru menuju ke lokasi.

Penyelidikan dan Pengungkapan Modus

Sesampainya di lokasi, petugas Damkar mendapati kejanggalan. Mereka menanyakan keberadaan ular kepada warga sekitar, namun tidak ada yang mengetahui atau melaporkan kejadian tersebut. Kecurigaan petugas Damkar semakin meningkat.

Petugas Damkar kemudian menghubungi kembali pelapor. Mereka mencoba mengkonfirmasi kebenaran laporan tersebut. Pelapor kemudian meminta petugas Damkar untuk menyerahkan telepon genggam kepada pemilik rumah.

Percakapan dengan Pelapor

Setelah telepon genggam diberikan, petugas Damkar yang menyamar sebagai pemilik rumah menerima telepon dari pelapor. Pelapor langsung menanyakan identitas dan langsung melontarkan makian serta menagih hutang. Modus penipuan debt collector tersebut akhirnya terungkap.

Dampak dan Tindak Lanjut

Setelah menyadari telah menjadi korban prank, petugas Damkar langsung kembali ke markas. Mereka mencoba menghubungi kembali nomor pelapor, tetapi nomor tersebut telah tidak aktif. Pihak Damkar menduga kuat pelapor adalah debt collector dari perusahaan pinjaman online (pinjol).

Petugas Damkar menduga pelaku adalah debt collector pinjol karena dikenal sering mengganti nomor telepon. Mereka telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan menunggu arahan lebih lanjut terkait langkah yang akan diambil. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi petugas lapangan untuk selalu berhati-hati dan memverifikasi laporan yang diterima.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan maraknya praktik penipuan yang memanfaatkan layanan publik. Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap praktik penagihan utang yang tidak beretika dan meresahkan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan untuk melindungi petugas layanan publik dan mencegah kerugian yang lebih besar. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih waspada dan berhati-hati terhadap modus penipuan yang semakin beragam dan canggih.

Exit mobile version