Piala Dunia Antarklub 2025 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat menuai banyak kritik dan hujatan dari berbagai kalangan. Namun, kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, justru membela penyelenggaraan turnamen tersebut.
Courtois, dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, menegaskan kualitas tinggi dari Piala Dunia Antarklub. Ia menolak kritik yang beredar di media sosial, menyatakan, “Kami tahu level di Piala Dunia Antarklub sangat tinggi. Kalian salah jika hanya percaya pada empat orang di Twitter yang mengatakan sebaliknya. Siapa pun yang paham sepak bola tahu betapa kuatnya tim-tim yang bermain di sini.”
Meskipun demikian, Courtois juga menyarankan adanya evaluasi terhadap jadwal penyelenggaraan turnamen. Ia melihat perlunya penyesuaian agar Piala Dunia Antarklub dapat berjalan lebih optimal dan tidak membebani para pemain. Ia mencontohkan, “Kita harus melihat nuansa dari turnamen ini, termasuk waktu pelaksanaannya. Misalnya, Nations League yang digelar sebelum turnamen jelas tidak ideal. Pemain butuh waktu untuk istirahat. Kalau jadwalnya lebih seimbang, ini bisa jadi turnamen yang sangat indah.”
Pertimbangan Jadwal dan Dampaknya Terhadap Pemain
Salah satu kritik utama yang ditujukan pada Piala Dunia Antarklub 2025 adalah jadwalnya yang berdekatan dengan kompetisi lain, seperti UEFA Nations League. Hal ini menyebabkan para pemain kurang waktu istirahat dan pemulihan, meningkatkan risiko cedera dan penurunan performa. Padatnya jadwal ini berpotensi mengurangi kualitas permainan secara keseluruhan.
FIFA sebagai penyelenggara perlu mempertimbangkan faktor keseimbangan jadwal kompetisi internasional agar tidak membebani para pemain. Penataan jadwal yang lebih bijaksana akan menguntungkan baik bagi para pemain maupun kualitas turnamen itu sendiri. Menghindari bentrok jadwal dengan kompetisi domestik dan internasional lainnya menjadi kunci kesuksesan penyelenggaraan.
Performa Courtois dan Real Madrid
Di sisi lain, Courtois baru saja mencatatkan clean sheet kedua secara beruntun bersama Real Madrid setelah kemenangan 1-0 atas Juventus di babak 16 besar Liga Champions. Ia memuji kinerja pertahanan timnya di bawah arahan pelatih Xabi Alonso.
Courtois menekankan pentingnya komitmen bertahan seluruh tim. “Komitmen bertahan dari seluruh tim sangat luar biasa. Itulah yang paling penting. Saat tidak kebobolan, peluang menang selalu lebih besar,” katanya. Ia juga menjelaskan fleksibilitas taktik Real Madrid, mengatakan bahwa sistem pertahanan bervariasi tergantung situasi pertandingan dan pergerakan lawan. “Kami tidak selalu bermain dengan tiga bek. Itu tergantung situasi di lapangan dan pergerakan lawan. Tchouameni, misalnya, adalah gelandang bertahan tapi bisa bantu di lini belakang. Kalau semua pemain berlari dan bekerja seperti hari ini atau saat lawan Salzburg, sangat sulit bagi lawan untuk mencetak gol.”
Pernyataan Courtois ini menunjukkan optimismenya terhadap performa Real Madrid dan juga menunjukkan bahwa kesuksesan tim bukan hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kerja sama tim yang solid dan strategi yang efektif. Kinerja impresif lini belakang Real Madrid ini bisa menjadi contoh bagi tim-tim lain dalam menghadapi tantangan Piala Dunia Antarklub nanti.
Kesimpulannya, walaupun Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat mendapat banyak kritik, pendapat Courtois mewakili pandangan berbeda. Ia mengakui kualitas turnamen, tetapi juga menekankan pentingnya evaluasi jadwal untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para pemain. Perdebatan ini mengungkap kompleksitas mengelola kompetisi sepak bola internasional di era modern.
Kontributor: M. Faqih