Site icon Metro Kompas

Bencana Banjir Tangerang: 550 Keluarga Terdampak, Butuh Bantuan!

Bencana Banjir Tangerang: 550 Keluarga Terdampak, Butuh Bantuan!

Sumber: Liputan6.com

Hujan deras kembali melanda Tangerang pada Senin, 7 Juli 2025, menyebabkan sejumlah wilayah yang sebelumnya terbebas dari banjir kembali terendam. Genangan air bahkan menutup beberapa akses jalan, terutama di titik yang lebih rendah dari permukaan sungai atau kali.

Kondisi ini mengakibatkan kesulitan mobilitas bagi warga dan pengguna jalan. Petugas BPBD pun langsung turun tangan untuk melakukan pemantauan dan evakuasi.

Banjir Kembali Menerjang Tangerang, Akses Jalan Tertutup

Salah satu titik terparah adalah di bawah flyover Taman Cibodas, Kota Tangerang. Biasanya, area ini masih bisa dilalui kendaraan kecil dan truk yang hendak berputar balik.

Namun, sekitar pukul 23.30 WIB, BPBD melaporkan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Jalan tersebut pun menjadi tidak bisa diakses oleh kendaraan apa pun.

Situasi serupa juga terjadi di bypass Bintaro depan BXC, Kota Tangerang Selatan. Ketinggian air yang signifikan membuat jalan tersebut tidak dapat dilalui. Pihak pengelola pun menutup sementara akses untuk mencegah kendaraan terjebak.

550 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Tangerang Selatan

BPBD Kota Tangerang Selatan mencatat setidaknya 14 titik terendam banjir. Bencana ini berdampak pada 550 kepala keluarga (KK).

Wilayah yang terdampak tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Ciputat, Pamulang, Ciputat Timur, dan Pondok Aren. Banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya beberapa aliran sungai.

Dian Wiryawan, Penata Layanan Operasional Danton BPBD Tangsel, menjelaskan penyebab banjir tersebut. Ia menegaskan bahwa hujan deras dan meluapnya sungai menjadi faktor utama.

Evakuasi Warga dan Penanganan Bencana

Tim BPBD Tangsel langsung mengerahkan puluhan anggotanya ke berbagai titik banjir. Mereka membantu proses evakuasi warga yang terdampak.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan yang cepat dan terukur.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, memprioritaskan warga yang berada di lokasi dengan ketinggian air paling tinggi dan kondisi paling kritis. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk memastikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Selain evakuasi, BPBD juga melakukan pembersihan saluran air dan upaya pencegahan agar genangan air tidak semakin meluas. Kerja sama dengan warga setempat juga sangat penting dalam proses pemulihan pascabanjir.

Tim medis juga disiagakan untuk menangani warga yang mengalami masalah kesehatan akibat banjir. Hal ini penting untuk mencegah munculnya penyakit yang disebabkan oleh kondisi tidak higienis pascabanjir.

Pemulihan pascabanjir di Tangerang Selatan akan membutuhkan waktu dan usaha bersama. Kerja sama antara pemerintah, BPBD, dan masyarakat sangatlah krusial untuk mengembalikan kondisi normal.

Peristiwa banjir ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di daerah rawan banjir. Pencegahan dan mitigasi bencana harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Selain itu, perbaikan infrastruktur drainase dan sistem pengelolaan air juga sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari hujan deras. Upaya ini harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kejadian banjir di Tangerang ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Menghindari pembuangan sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan dapat mengurangi risiko terjadinya banjir.

Dengan penanganan yang tepat dan kerja sama yang baik antara semua pihak, diharapkan dampak negatif banjir di Tangerang dapat segera diminimalisir dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Exit mobile version