Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmennya untuk membersihkan data penerima bantuan sosial (bansos) dari mereka yang menyalahgunakan dana tersebut untuk aktivitas judi online. Langkah tegas ini diambil menyusul temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengidentifikasi ratusan ribu rekening penerima bansos terlibat dalam transaksi judi daring. Kemensos berkomitmen untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran dan akan menindak tegas setiap penyimpangan.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan akurasi data penerima bansos untuk meminimalisir penyalahgunaan dana dan memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk verifikasi data dan pembersihan data penerima bansos yang tidak layak.
Pencoretan Nama Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online
Gus Ipul menyatakan bahwa Kemensos akan mencoret nama-nama penerima bansos yang terbukti menggunakan dana bantuan untuk judi online. Hal ini merupakan tindak lanjut dari temuan PPATK yang mengungkap adanya ratusan ribu rekening penerima bansos yang terlibat dalam transaksi judi daring.
Kemensos masih menunggu laporan akhir dari PPATK sebelum mengambil tindakan administratif lebih lanjut. Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa proses pembersihan data akan dilakukan secara tegas dan transparan.
Perbaikan Data Bansos dan Implementasi Instruksi Presiden
Langkah pencoretan nama penerima bansos yang terlibat judi online sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang percepatan perbaikan data bansos. Instruksi tersebut bertujuan untuk memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Proses ground check dan penyusunan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terhadap lebih dari 12 juta keluarga penerima manfaat telah menemukan 1,9 juta inclusion error, yaitu warga yang tidak seharusnya menerima bantuan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah data exclusion error, yaitu masyarakat yang berhak menerima bansos namun belum mendapatkannya.
Tantangan dalam Pembaruan Data Bansos
Proses pembaruan data bansos menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah ditemukannya rekening penerima bansos yang tidak aktif atau dormant, bahkan selama lebih dari lima tahun.
Dana dalam rekening-rekening tersebut mengendap dan dalam beberapa kasus diperjualbelikan, termasuk digunakan sebagai deposit judi online. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan sistem pengawasan dan verifikasi data penerima bansos.
Koordinasi dengan PPATK dan Langkah Antisipatif
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kemensos melakukan koordinasi dengan PPATK guna melacak dan memverifikasi rekening penerima bansos. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran bansos dan mencegah penyalahgunaan dana.
Langkah koordinatif dengan PPATK ini merupakan yang pertama kali dilakukan Kemensos dalam sejarah bansos digital dan telah mendapat restu dari Presiden. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bansos.
- Verifikasi rekening penerima bansos untuk memastikan keaktifan dan mencegah penyalahgunaan dana.
- Identifikasi dan pencoretan nama penerima bansos yang terlibat dalam aktivitas judi online.
- Peningkatan akurasi data DTSEN untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.
Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap dapat meningkatkan efektivitas program bansos dan memastikan bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Kerjasama antar lembaga dan komitmen untuk terus memperbaiki sistem menjadi kunci keberhasilan program ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bansos akan terus ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan dana tersebut digunakan sesuai peruntukannya.