Banjir kembali melanda wilayah pesisir Jakarta pada Selasa, 8 Juli 2025. Dua RT di Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, terendam banjir hingga ketinggian 65 sentimeter.
Penyebabnya adalah kombinasi hujan deras dan banjir rob atau pasang air laut maksimum. Peringatan dini banjir rob telah dikeluarkan BMKG sejak 4 hingga 13 Juli 2025.
Banjir Rob dan Hujan Deras di Jakarta Utara
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa genangan air mencapai 65 cm pada pukul 06.00 WIB. Dua RT di Kapuk Muara menjadi wilayah terdampak terparah.
BMKG memprediksi pasang maksimum air laut disebabkan oleh fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Baru. Hal ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang laut di wilayah pesisir utara Jakarta.
Akibatnya, Pintu Air Pasar Ikan telah berstatus Siaga 2 sejak Senin pukul 14.00 WIB. Kondisi ini menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir yang lebih besar.
Kenaikan Status Siaga di Beberapa Pos Pantau
Dalam 24 jam terakhir, sejumlah pos pantau dan pintu air di Jakarta mengalami kenaikan status siaga.
Pos Pantau Angke Hulu naik dari Siaga 3 menjadi Siaga 1 pada pukul 22.00 WIB. Sementara Pos Pantau Sunter Hulu naik dari Siaga 3 menjadi Siaga 2 pada pukul 21.00 WIB.
- Bendung Katulampa berstatus Siaga 3 pada pukul 19.00 WIB.
- Pintu Air Manggarai berstatus Siaga 3 pada pukul 21.00 WIB.
- Pintu Air Karet naik dari Siaga 3 menjadi Siaga 2 pada pukul 22.00 WIB.
Kenaikan status siaga ini menunjukkan peningkatan risiko banjir di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi.
Total 46 RT Terendam Banjir di Jakarta
Hingga Selasa pagi, tercatat 46 RT di Jakarta masih terendam banjir.
Wilayah terdampak meliputi Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. BPBD DKI Jakarta terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir. Mereka berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga menjadi prioritas. BPBD bekerja sama dengan camat dan lurah setempat untuk memastikan hal tersebut.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Hal ini terutama perlu diperhatikan jika curah hujan tinggi dan pasang laut masih berlanjut.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi kondisi darurat. Layanan ini beroperasi 24 jam nonstop dan bebas pulsa.
Peristiwa banjir ini kembali menyoroti kerentanan wilayah pesisir Jakarta terhadap banjir rob dan hujan deras. Koordinasi dan kesiapsiagaan berbagai pihak sangat krusial dalam meminimalisir dampak bencana dan memastikan keselamatan warga.