Berita

Banjir Condet: Ratusan Warga Bidara Cina Mengungsi, Atap Rumah Tenggelam

Hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 6 Juli 2025, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Kondisi ini menyebabkan ratusan warga mengungsi dan sejumlah ruas jalan terendam, mengganggu aktivitas warga. Situasi ini menjadi sorotan mengingat intensitas hujan yang tinggi dan dampaknya yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Laporan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa banjir kali ini cukup parah dan membutuhkan penanganan serius.

Banjir Parah Menerjang Condet, Jakarta Timur

Banjir paling parah dilaporkan terjadi di RT 01/RW 06, Condet, Jakarta Timur. Laporan bersama dari PMI Jakarta Timur dan BPBD Jakarta menggambarkan kondisi yang memprihatinkan.

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan rumah-rumah yang terendam hingga atapnya saja yang terlihat. Kondisi ini menggambarkan betapa dahsyatnya banjir yang melanda wilayah tersebut.

Akun Radio Elshinta melaporkan bahwa PMI Jakarta Timur, BPBD, dan instansi lainnya tengah menangani banjir di lokasi tersebut. Upaya penyelamatan dan evakuasi warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir Luapan Ciliwung

BPBD DKI Jakarta mencatat ratusan warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Ciliwung. Tujuh lokasi pengungsian telah disiapkan untuk menampung para korban banjir.

Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, misalnya, menyediakan aula Kantor Kelurahan, RPTRA, dan Masjid Jami Al Abror sebagai tempat pengungsian. Di lokasi ini, tercatat 137 jiwa dari 33 kepala keluarga mengungsi.

Masjid Jami Ittihadul Ikhwan menampung 74 jiwa dari 24 KK. SDN 01/02 Kampung Melayu juga menjadi lokasi pengungsian dengan jumlah pengungsi mencapai 119 jiwa dari 33 KK.

Pengungsian lain tersebar di Masjid Al-Hawi Cililitan (11 jiwa) dan Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang (30 jiwa). BPBD terus memantau dan menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

Distribusi Pengungsi dan Titik Rawan Banjir

Data BPBD DKI Jakarta mencatat total 50 RT di Jakarta Selatan dan Timur terdampak banjir. Sebaran lokasi banjir dan jumlah pengungsi menunjukkan perluasan dampak banjir yang cukup luas.

Pemerintah daerah berfokus pada evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Upaya pemulihan pascabanjir juga akan menjadi fokus utama setelah kondisi darurat teratasi.

Penanganan Banjir dan Upaya Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa petugas sedang bekerja keras menangani banjir kiriman yang melanda 51 RT di Jakarta Selatan dan Timur. Pompa air dioperasikan untuk mempercepat pengurangan genangan air.

Banjir tersebut diakibatkan oleh kiriman air dari hulu, mengingat hujan deras dengan intensitas di atas 200 milimeter mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya pada Sabtu, 5 Juli 2025. Pemprov DKI Jakarta berupaya maksimal untuk mengatasi dampak banjir.

Pemprov DKI Jakarta juga fokus pada percepatan aliran air dengan mengoperasikan sejumlah mesin pompa air. Koordinasi antar instansi terkait menjadi kunci dalam upaya penanganan bencana ini. Upaya ini diharapkan bisa meminimalisir kerugian dan dampak buruk yang lebih besar bagi masyarakat.

Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada awal Juli 2025 menjadi pengingat penting akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di musim hujan. Koordinasi antar instansi pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta sistem peringatan dini yang efektif menjadi kunci dalam meminimalisir dampak negatif dari peristiwa serupa di masa mendatang. Pemulihan pascabanjir dan upaya pencegahan untuk jangka panjang juga sangat penting diperhatikan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button