Site icon Metro Kompas

AS-Israel Ancam Iran: Khamenei Siapkan Pengganti Jika Tewas

Perang antara Iran dan Israel yang dimulai pada 3 Juni lalu masih menjadi perhatian dunia internasional. Konflik ini semakin rumit dengan masuknya Amerika Serikat ke dalam pertempuran, menambah kompleksitas situasi geopolitik di Timur Tengah.

Berikut ini beberapa perkembangan penting yang perlu diperhatikan:

AS Bantah Intervensi Langsung dalam Perang Iran-Israel

Fokus pada Program Nuklir Iran

Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa serangan AS terhadap Iran bertujuan untuk menetralisir ancaman program nuklir Iran, bukan untuk ikut campur dalam konflik Iran-Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan ABC News. “Keterlibatan kami saat ini adalah upaya yang sangat terfokus untuk menghilangkan ancaman dari program nuklir Iran,” tegas Vance. Ia menekankan bahwa ini merupakan prioritas utama kebijakan luar negeri AS.

Vance juga menekankan komitmen Presiden Trump pada prinsip non-intervensionisme, seperti yang dijanjikan dalam kampanye pilpres 2024. Namun, pernyataan ini tetap menimbulkan pertanyaan mengenai batas intervensi AS dan dampaknya terhadap stabilitas regional.

Reaksi Internasional terhadap Serangan AS

Serangan AS terhadap Iran telah menimbulkan reaksi beragam dari komunitas internasional. Beberapa negara mengutuk tindakan AS, sementara yang lain memilih untuk bersikap netral. PBB telah menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi damai. Situasi ini tentunya akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Ketegangan antara AS dan Iran akan berdampak pada stabilitas di kawasan tersebut.

Khamenei Menunjuk Tiga Kandidat Pengganti

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah menunjuk tiga ulama senior sebagai kandidat penggantinya jika ia tewas dalam perang melawan Israel. Informasi ini disampaikan oleh tiga pejabat Iran kepada The New York Times. Langkah ini menunjukkan upaya Iran untuk memastikan transisi kepemimpinan yang cepat dan tertib.

Penunjukan ini juga mencerminkan kekhawatiran Iran akan dampak eskalasi konflik, termasuk kemungkinan intervensi AS. Persiapan menghadapi berbagai skenario menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh rezim Iran.

Iran Tegaskan Masih Memiliki Cadangan Uranium

Meskipun AS menyerang beberapa situs nuklir penting Iran, Ali Shamkhani, penasihat utama Ayatollah Khamenei, menegaskan bahwa Iran masih memiliki cadangan uranium. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial, menekankan bahwa serangan AS tidak akan menghentikan program nuklir Iran.

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya pengembangan program nuklir Iran, terlepas dari tekanan internasional. Hal ini bisa memicu peningkatan ketegangan lebih lanjut dengan AS dan negara-negara lain yang menentang program nuklir Iran.

Perang Iran-Israel dan keterlibatan AS telah menciptakan situasi yang sangat rawan dan tidak menentu di Timur Tengah. Dampak jangka panjang dari konflik ini masih belum jelas, tetapi potensi dampaknya terhadap stabilitas regional dan ekonomi global sangat besar. Penting untuk memantau perkembangan situasi dengan seksama dan mendorong upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Exit mobile version